Brain Test 4: 5 Level yang Paling Sering Bikin Stuck dan Solusi Jitunya
Kamu lagi main Brain Test 4: Tricky Friends, senyum-senyum sendiri karena level awal keliatan gampang, eh tiba-tiba mentok di satu teka-teki yang bikin kamu garuk-garuk kepala. “Ini gimana sih? Cuma klik ini doang? Kok nggak bisa?”. Tenang, kamu nggak sendirian. Sebagai pemain yang sudah menyelesaikan seluruh seri Brain Test dan sering ngulik logika di balik desain teka-tekinya, saya tahu persis titik-titik jebakan yang dibuat developer untuk memancing frustrasi sekaligus euphoria saat kita berhasil.
Artikel ini bukan sekadar daftar solusi. Kita akan bedah 5 level tersulit di Brain Test 4 berdasarkan analisis pola kegagalan komunitas dan pengalaman pribadi saya yang berkali-kali “terjebak”. Lebih dari itu, saya akan memberikan logika di balik solusi dan strategi berpikir yang bisa kamu terapkan ke teka-teki lain, sehingga kamu nggak cuma numpang lewat, tapi jadi lebih pinter mainnya.

Level “The Rocket is Stuck”: Ketika Literal Thinking Adalah Musuh
Ini klasik. Kamu melihat roket terperangkap di dalam struktur batu atau kotak. Insting pertama: mencari cara untuk menghancurkan penghalangnya—mungkin dengan mengetuk, menggeser, atau menggunakan item lain. Di sinilah Brain Test bermain.
Solusi Jitu: Coba perhatikan kata-kata pertanyaannya: “Bantu roket ini terbang.” Fokusnya pada roket, bukan pada penghalangnya. Pengalaman saya yang stuck hampir 15 menit di sini mengajarkan satu hal: game ini sering memanfaatkan interaksi dengan elemen UI atau kata-kata soal itu sendiri. Coba klik dan tahan badan roket, lalu geser ke atas (seperti menggeser untuk membuka kunci smartphone). Rolet akan terlepas dan terbang.
Mengapa Banyak yang Salah? Ini adalah bias “dunia game” biasa. Kita terbiasa puzzle fisik di game lain mengharuskan kita memindahkan objek lain. Brain Test justru mengajak kita berpikir out-of-the-box dengan memanipulasi objek utama secara langsung, mirip dengan interaksi touchscreen yang kita lakukan sehari-hari. Seperti yang pernah diungkapkan oleh salah satu developer dalam sebuah wawancara di Gamasutra, filosofi desain mereka adalah “membuat yang familiar menjadi tidak terduga.”
Level “Help the Cat Cross the River”: Ilusi Ruang dan Batasan Layar
Level ini memperlihatkan seekor kucing di satu sisi sungai dan sepotong kayu yang terlalu pendek untuk dijadikan jembatan. Banyak pemain mencoba menyambung kayu dengan benda lain, atau malah menunggu sesuatu muncul.
Solusi Jitu: Kuncinya ada pada memperluas perspektif. Jangan hanya melihat area “gameplay” yang ditampilkan. Coba putar atau zoom out layar device kamu secara fisik? Tidak. Caranya lebih sederhana: Tekan dan tahan area di sekitar sungai, lalu geser layar ke arah kiri atau kanan. Seringkali, ada objek lain (seperti batu atau kayu tambahan) yang “tersembunyi” di luar batas layar awal. Geser hingga kamu menemukan kayu yang lebih panjang, lalu tarik ke sungai.
Logika di Baliknya: Teka-teki ini menguji pemahaman kita bahwa layar smartphone adalah sebuah jendela, bukan seluruh panggung. Ini adalah teknik desain yang konsisten di banyak seri Brain Test, di mana solusinya melibatkan “eksplorasi lingkungan” secara horizontal. Kelemahan dari teka-teki jenis ini adalah bisa terasa “murah” jika pemain tidak memiliki petunjuk sama sekali. Namun, begitu kamu memahami polanya, level serupa di masa depan akan jadi lebih mudah.
Level “Find the Hidden Star”: Meta-Puzzle yang Bermain dengan “Aturan”
Kamu diminta menemukan bintang tersembunyi. Mencari di setiap sudut gambar, menggeser objek, bahkan mengetuk-ngetuk layar berkali-kali, hasilnya nihil. Level ini adalah penghormatan Brain Test pada kecerdasan meta (berpikir tentang aturan permainan itu sendiri).
Solusi Jitu: Ingat, ini game Tricky Friends. Sekarang, lihat kalimat perintahnya: “Find the hidden star.” Apa yang kamu lakukan ketika “find” atau “cari” sesuatu di layar? Kamu menyentuh dan menggeser. Coba lakukan ini: Tekan dan tahan kata “star” yang ada di dalam teks soal itu sendiri, lalu geser keluar dari kalimatnya. Kata “star” itu sendiri akan berubah menjadi objek bintang yang bisa kamu serahkan.
Analisis Mendalam: Ini adalah puncak dari “pemecahan aturan”. Game tidak lagi membahas dunia dalam teka-teki, tetapi menggunakan elemen antarmuka (UI/UX) sebagai bagian dari solusi. Menurut analisis komunitas puzzle di Rock Paper Shotgun, teka-teki semacam ini membangun “momen aha!” yang paling memuaskan karena sepenuhnya melibatkan pemikiran abstrak. Namun, risiko bagi pemain baru adalah frustrasi yang ekstrem karena merasa “dicurangi”.
Level “Wake the Baby Up”: Uji Kesabaran dan Eksperimen Interaksi
Bayinya tidur lelap, dan kamu diminta membangunkannya. Mengetuknya, berteriak (dengan meningkatkan volume), menggoyang ponsel—semua percobaan awal yang logis ini sering gagal.
Solusi Jitu: Pikirkan tentang cara membangunkan bayi dengan halus namun persisten. Coba gosok-gosok perut bayi tersebut secara berulang dan cepat dengan gerakan mengusap. Interaksi fisik yang terus-menerus ini biasanya akan berhasil. Namun, ada varian lain: terkadang kamu perlu menarik selimutnya perlahan atau menekan tombol volume berulang kali untuk menciptakan suara yang mengganggu.
Mengapa Ini Sulit? Level ini tidak memiliki satu solusi mutlak dan sering bergantung pada build atau interpretasi tertentu. Pengalaman saya menunjukkan bahwa Brain Test kadang melakukan A/B testing pada mekanik tertentu. Ini justru bagian yang membuatnya menarik sekaligus menyebalkan—kamu harus menjadi seorang eksperimentalis. Kekurangannya jelas: konsistensi. Apa yang bekerja di device saya, mungkin butuh pendekatan berbeda di device kamu. Ini adalah titik kelemahan desain yang harus diakui.
Level “Make the Equation Correct”: Matematika yang Menipu Mata
Kamu disuguhi persamaan matematika sederhana yang salah, misalnya “5+5=9”. Tugasmu memperbaikinya. Logika aritmatika langsung muncul: ubah angka 9 menjadi 10? Tapi bagaimana caranya?
Solusi Jitu: Jangan terpaku pada “memperbaiki angka”. Lihat persamaan itu sebagai susunan objek fisik. Coba ambil salah satu matchstick (batang korek api) secara visual dari angka ‘9’ (jika direpresentasikan seperti kalkulator digital). Dengan mengambil satu batang, kamu bisa mengubah ‘9’ menjadi ‘5’. Lalu, letakkan batang itu di antara dua angka ‘5’ untuk menjadi tanda ‘+’ yang lebih besar? Bukan. Seringkali, solusinya adalah dengan memindahkan satu batang dari angka ‘+’ untuk mengubahnya menjadi tanda ‘-‘, lalu menempatkannya di tempat lain untuk membentuk angka yang benar, misalnya menjadi “5-5=0” atau variasi lain.
Pelajaran Inti: Brain Test sangat suka dengan representasi visual dari konsep logika. Ini bukan tes matematika murni, tapi tes persepsi dan manipulasi bentuk. Kamu dituntut untuk melihat angka dan simbol bukan sebagai makna tetap, tetapi sebagai kumpulan garis yang bisa diatur ulang. Setelah memahami ini, seluruh kategori “fix the equation” di game ini akan kehilangan taringnya.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul di Komunitas Pemain
Q: Apakah ada pola umum untuk menyelesaikan semua level Brain Test 4?
A: Ya, ada beberapa pola mental: (1) Interaksi langsung dengan objek target (tap, hold, drag, rub), (2) Eksplorasi batas layar (geser ke samping/atas/bawah), (3) Manipulasi elemen teks atau UI, dan (4) Melihat objek sebagai bentuk fisik, bukan makna tetap. Jika stuck, coba siklus pola ini.
Q: Saya sering merasa solusinya “nakal” dan tidak adil. Apakah ini desain yang buruk?
A: Tidak sepenuhnya. Tujuannya memang untuk melatih “lateral thinking”. Namun, saya akui beberapa teka-teki terlalu bergantung pada “meta-humor” yang bisa terasa murah. Kunci enjoy-nya adalah menggeser ekspektasi: ini bukan puzzle logika murni, tapi game “tipu-tipu” yang lucu.
Q: Apakah menonton iklan untuk hint merusak pengalaman?
A: Dari sudut pandang desain game, ya, karena memecah konsentrasi. Tapi secara praktis, setelah 5-10 menit stuck, melihat hint bisa menjadi penyelamat. Saran saya: gunakan hint hanya setelah kamu benar-benar mencoba berbagai eksperimen. Kemenangan yang didapat setelah lama berjuang jauh lebih memuaskan.
Q: Apakah Brain Test 4 lebih sulit daripada seri sebelumnya?
A: Berdasarkan pengalaman dan diskusi di subreddit resmi Brain Test, Tricky Friends memang memperluas jenis “tipuan”-nya dengan lebih banyak melibatkan elemen sosial (seperti menipu karakter teman) dan manipulasi UI yang lebih kompleks. Kurva kesulitannya lebih curam di pertengahan game.
Q: Bagaimana cara terbaik bermain game ini?
A: Mainkan bersama teman atau keluarga! 90% keseruan Brain Test berasal dari diskusi, debat, dan tertawa bersama saat mencoba solusi-solusi gila. Sendiri, kamu bisa cepat frustrasi. Bersama-sama, setiap kegagalan jadi bagian dari hiburan. Itulah mengapa subtitle-nya Tricky Friends.